“Liburan Telah Selesai”

April 2, 2009

Tak terasa sudah seminggu aku di Medan, memang kedatanganku ke medan untuk Cut Off Online SIP3 Cabang Sibolga, betapa bahagianya aku selama seminggu bisa bertemu dan berduaan selalu ama kekasihku, biasanya sih sekali sebulan ketemu, dan malam ini aku mau kembali ke sibolga melanjutkan aktivitasku, Sampai Jumpa kota Medan.

By,

Loren J. Sianipar, ST

“Nama Asli selebritis Indonesia”

March 19, 2009
  1. Chrisye: Krisman Rahardi
  2. Iwan Fals: Virgiawan Listanto
  3. Sania: Siti Tuti Susilawati Sutisna
  4. Pepeng: Ferrasta Soebardi
  5. Dede Yusuf: Yusuf Macan Effendi
  6. Dorce Gamalama: Ahmad Ashadi
  7. Bimbim Slank: Bimo Setiawan Almachzumi
  8. Dewi Persik: Dewi Murya Agung
  9. Annisa Bahar: Ani Setiawati
  10. Dian Sastro: Diandra Paramitha Sastrowardoyo
  11. Ian Kasela “Radja”: Samijan
  12. Tamara Bleszynski: Tamara Nathalia Christina Mayawati Bleszynski
  13. Cut Memey: Decy Meilani Susanti
  14. Rhoma Irama: Raden Haji Oma Irama
  15. Mulan Kwok: Wulansari
  16. Evie Tamala: Cucu Suryaningsih
  17. Wulan Guritno: Sri Wulandari
  18. Tukul Arwana: Rianto
  19. Komeng: Alfiansyah
  20. Bams Samsons: Bambang Reguna Bukit
  21. Tarzan: Toto Maryadi
  22. Titik Puspa: Sudarwati
  23. Didi Kempot: Didi Prasetyo
  24. Jojon: Djuhri Masdjan
  25. Audy Item: Paula Allodya Item
  26. Eno Lerian: Dwi Retno Rahastri Lerian
  27. Indro Warkop: Indrojoyo Kusumonegoro
  28. Dewi Yull: Raden Ajeng Dewi Pujiati
  29. Sys NS: Mas Haryo Heroe Syswanto Ns Soerio Soebagio
  30. Eko Patrio: Eko Indro Purnomo
  31. Miing Bagito: Tubagus Dedi Gumelar
  32. Tessy: Kabul Basuki
  33. Inul Daratista: Ainur Rokhimah
  34. Memes: Meidiana Maemunah
  35. Maia: Maya Estianty
  36. Gusti Randa: Yungki Gustiranda
  37. Nia Paramitha: Pradnya Paramitha
  38. Amara Lingua: Tuwuhadijatitesih Amaranggana
  39. Aming: Aming Supriatna Sugandhi
  40. Andien: Andini Aisyah Hariadi
  41. Adjie Massaid: Chandra Pratomo Samiadji
  42. Della Puspita: Nisisari Henny Puspita
  43. Dik Doang: Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma
  44. Ikke Nurjanah: Hartini Erpi Nurjanah
  45. Yuni Shara: Wahyu Setyaning Budi
  46. Titi Kamal: Kurniaty Kamalia
  47. Cici Tegal: Sri Wahyuningsih
  48. Roy Martin: Roy Wicaksono
  49. Nirina Zubir: Nirina Raudatul Jannah Zubir
  50. Anya Dwinov: Anya Dwinovita Pahlawanti
  51. Parto Patrio: Eddy Supono
  52. Deddy Corbuzier: Deddy Cahyadi Sundjoyo
  53. Uut Permatasari: Utami Suryaningsih
  54. Ria Irawan: Chandra Ariati Dewi Irawan
  55. Iis Dahlia: Iis Laeliyah
  56. Chicha Koeswoyo: Mirza Riadiani
  57. Agus Ringgo: Ringgo Agus Rahman

By,

Loren J. Sianipar, ST

” Tuhan Bantulah Aku “

March 17, 2009

Tadi Siang Adekku nelpon aku mau minta uang kuliah dan bulanannya, tapi uangku ngak cukup untuk membayar uang kuliahnya, padahal uang kuliah adekku harus di bayar bulan ini, dan uang bapa ku pun ngak ada lagi,  karna aku dah berjanji ama Alm. Mamaku aku harus bisa menyekolahkan adekku sampai tamat kuliahnya, karna aku ngak mau membebani bapaku, karna semasa hidup mamaku, aku belum pernah memebalas semua kebaikan mamaku yang di berikan kepadaku sampe aku mendapat gelar Sarjanaku, Ya Tuhan bantulah aku dalam menjalani hidup ku ini, agar apa yang ku inginkan dan Cita-Citakan dapat Berhasil,  Amin.

By,

Loren J. Sianipar, ST

“Rencana Tuhan Indah Pada Waktunya”

March 5, 2009

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai,melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: “Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.”

Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; “anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. ”

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata:”Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.

Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah; “Allah, apa yang Engkau lakukan? “Ia menjawab: ” Aku sedang menyulam kehidupanmu.” Dan aku membantah,” Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?”

Kemudian Allah menjawab,” Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.”

By,

Loren J. Sianipar, ST

” Jakarta di Ramalkan Tenggelam 2012″

March 4, 2009

JAKARTA – Peneliti teknik lingkungan Universitas Indonesia, Firdaus Ali, memperkirakan Jakarta akan tenggelam sebelum tahun 2012. Itu lantaran penyedotan air tanah secara berlebihan di Jakarta sehingga permukaan tanah Ibu Kota semakin turun. “Tidak hanya tenggelam, kita juga akan kehausan,” kata doktor lulusan University of Wisconsin ini saat dihubungi Tempo kemarin.

Perhitungan tersebut berdasarkan data penurunan permukaan tanah di Jakarta yang rata-rata 10 sentimeter setiap tahun. Di Jakarta Barat, selama 11 tahun terakhir, permukaan tanah turun 1,2 meter. Di wilayah Kemayoran dan Thamrin, Jakarta Pusat, dalam 8 tahun terakhir turun 80 sentimeter. “Jika kondisi ini terus berlanjut, permukaan tanah Jakarta akan berada di bawah permukaan air laut,” ujar Firdaus.

Segendang sepenarian, Ketua Harian Komite Evaluasi Lingkungan Kota Darrundono mengungkapkan eksploitasi air tanah berlebihan menyebabkan permukaan tanah turun. Menurut dia, suplai air tanah tak bertambah, sedangkan penggunaan semakin besar. “Krisis air tanah di Jakarta sudah memasuki tahap berbahaya,” ujarnya.

Pemerintah DKI Jakarta berencana menaikkan tarif air tanah untuk rumah tangga mewah hingga industri 6-16 kali lipat dari sebelumnya. Kenaikan ini untuk mengurangi konsumsi masyarakat terhadap air tanah yang makin eksploitatif (Koran Tempo, 28 Februari 2009).

Menaikkan tarif air tanah, menurut Firdaus, merupakan salah satu instrumen untuk mengurangi penggunaan air tanah. Para pengguna air tanah akan dialihkan menjadi pengguna layanan Perusahaan Air Minum (PAM). “Makanya tarif air tanah harus lebih mahal dari tarif PAM,” ujarnya.

Setiap tahun, Firdaus melanjutkan, sebanyak 320 juta meter kubik air disedot dari dalam tanah. Padahal angka aman hanya 38 juta meter kubik. Sementara itu, data resmi hanya 21 juta meter kubik. “Sisanya itu mencuri,” katanya.

Menurut Firdaus, pengambilan air tanah yang gila-gilaan menyebabkan perut bumi kosong sehingga permukaan tanah turun akibat tekanan. Saat ini saja semakin banyak wilayah yang cekung. “Hujan lokal saja bisa membuat banyak daerah tergenang,” katanya.

Turunnya permukaan tanah ini, kata Darrundono, menyebabkan Jakarta perlahan-lahan akan berada di bawah permukaan air laut. Intrusi air laut saat ini sudah mencapai 11-12 kilometer dari garis pantai. “Intrusi air laut sudah memasuki wilayah Setia Budi, Jakarta Selatan. Banjir akan semakin dahsyat,” ujarnya. Intrusi air laut dan penurunan permukaan tanah juga bisa membuat bangunan ambles.

“Mohon Bantuan Korban Banjir”

March 2, 2009

Dengan segala kerendahan hati, dan dengan segala sikap kemanusiaan yang kita miliki, Saya mencoba mengetuk hati TEMAN-TEMAN Dengan  tulus dan ikhlas untuk menyumbangkan sebagian rizki dan tenaga Untuk  korban banjir di Kampung Melayu Besar, hari Jumát 01 Februari 2009.

Kami  juga menyadari sebagian dari teman saudara2 juga merupakan korban  banjir,
Namun  tidak ada salahnya jika memberikan sedikit perhatian kepada korban2  ini, Karena  sampai sekarang, nasib mereka masih memprihatinkan,
Harta,  tempat tinggal, pakaian telah hilang oleh keganasan banjir.


alamat  sumbangan dan bantuan akan kami beritahukan setelah saudara melihat  derita yang terjadi, sehingga teman2 dapat menentukan berapa sumbangan yang  akan diberikan… .!!!!


Berikut adalah foto2  korban banjir yang sempat kami ambil di lokasi







By,

Loren J. Sianipar, ST

PUSING DEH……

February 20, 2009

harus lembur malam ini, untuk proses data,  Eh…. ditambah lagi masalah cewek yang maksa untuk maried secepatnya,  pusing….pusing…. karna aku dah janji ama  Alm Mamaku, aku harus selesai menyekolahkan adekku baru aku maried. Ya Tuhan bantulah hambamu ini, begitu banyak persoalan yang kuhadapi dalam kehidupan ku ini,  Amin.

By,

Loren J. Sianipar, ST

“Daftar Singkatan Humor Politik & Negara”

February 19, 2009

Politik = Penuh olah intrik dan taktik

Parpol = Persatuan Artis dan Politikus

Demokrat = Dengan memilih orang keren rakyat akan terpikat

Gerindra = Gerah ingin duduk segera

Golkar = Golongan kaya (penuh) rencana

Hanura = Hanya untuk rapat anggota

PAN = Partai AmiN

PBB = Pokoknya Bela Bambang

PDIP = Paling Demen Ingin (jadi) Presiden

PKB = Paman Keponakan Berseteru

PKP = Partai Keluarga (mantan) Prajurit

PKS = Perpanjangan Kerajaan Saudi

PMB = Partai Muhammadiyah Beneran

PNBK = Partainya Bang Kumis (Eros)

PPP = Partai Paling Pertama (dari masa Orba namanya masih sama)

DPP = Duit Paling Penting

Caleg = Cara asyik lagi enak (sambil) garuk-garuk

Capres = Cari-cari pemimpin resmi

MPR – DPR = Musyawarah Pakai Ribut Diam-diam Punya Rencana

Poros Tengah = Persatuan orang bosan, tengsin dan payah

DPD = Datang Pikirin Duit

Pemilu = Pengen mikir dulu (ikut atau ngga).

ABS = Asyik Bikin Sensasi

KPU = Kena Protes Ujung-ujungnya

KPUD = Kena Protes Ujung-ujung, Deh

TPS = Tempat Pikirin Siapa, ya?

Panwaslu = Kapan-kapan, awas, lu! (Gua tunggu di perempatan – ngancam)

Golput = Gerakan orang kesal dan putus asa

Pilkada = Pilih-pilih, kaki atau dada? (makan fried chicken)

Cagub = Cara aktif garuk uang bersama

Orba = Orang-orang banyak akal

APBN = Ancar-ancar Pikirin Berapa Nyunatnya

APBD = Asalkan Pasti Berapa Dananya

Polling = Politik bikin pusing

Bupati = Bayar upeti proyek didapat pasti

Bawasda = Di bawah pengawasan si dia

KPK = Kejar Pencuri Kemana-mana

Korupsi = Keruk uang palsukan kuitansi

MK = Main-main (dengan ) Ketentuan

By,

Loren J. Sianipar,  ST

“JANGAN PERNAH PUTUS ASA”

February 18, 2009

Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya.
Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.


“Tuhan,” katanya. “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik
untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?”


Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.

cid:2.1828764552@web56606.mail.re3.yahoo.com
“Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?”.


“Ya,” jawab pria itu.


“Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik.
Aku  memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi.
Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan.
Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun.
Tapi Aku tidak menyerah.


“Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.


“Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu.
Tapi Aku  tidak menyerah.


Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah,” kataNya.


“Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.
Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.


Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, “kata Tuhan kepada pria itu.


“Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini,
kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”


“Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu. “


“Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata Tuhan.

“Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah.”


“Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi.”


“Saya akan menjulang setinggi apa ?” tanya pria itu.


“Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?” tanya Tuhan


“Setinggi yang bisa dicapainya,” jawab pria itu.


“Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku  dengan menjadi yang terbaik,
meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu, ” kata Tuhan.


Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.


By,

Loren J. Sianipar, ST

Ular dikalahkan dan dimakan Labah-Labah

February 13, 2009
Apa jadinya kalau dua ekor binatang berlainan jenis berkelahi. Seperti gambar yang berhasil di tangkap oleh seorang fotografer dari surat kabar Australia.


Foto: Ular dikalahkan dan dimakan Laba-Laba


Ia berhasil mengabadikan perkelahian antara laba-laba dan ular. Siapakah yang menang dalam pertarungan ini? Laba-laba atau ular?

Sang fotografer terus mengamati kedua hewan ini. Akhirnya diketahuilah kalau laba-laba yang jadi juaranya.

Ular dengan panjang 14 cm tersebut tak berdaya melawan kekuatan si spiderman. Ular terperangkap di dalam jaring laba-laba.

Akhirnya laba-laba itu pun melahap si ular untuk menu makanannya…

By,

Loren J. Sianipar, ST


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.